Selasa, 09 Desember 2014
Memalukan
Tapi Penuh dengan Arti
Mata kuliah hari ini seru sekali yaitu
mata kuliah Pancasila. Apalagi dosen yang baru ini sangat menguasai dengan
materinya, bagi saya dosen ini sangat cocok dengan mata kuliahnya. Ketika mata
kuliah sedang berlangsung, waktu ini juga dosen memanggil dengan cara mengacak
nama nama mahasiswa untuk maju kedepan supaya untuk membacakan teks pancasila.
Yang dapat bagian pertama yaitu Herfiani, dia membacakan teks dengan sangat
lancar.
Setelah
dia selesai membacakannya saya mencoba untuk santai, karena saya berfikir kalau
misalnya setelah ini adalah saya yang maju untuk membacakan teks ke depan,
dengan perasaan santai saya akan tetap maju kedepan untuk membacakannya. Dan
kebetulan, bagian yang kedua ini jatuh ke saya, sumpah saya kaget sekali, tapi
saya langsung maju ke depan dan membacanya. Dan ketika saya membakannya malah
di pertengahan teks saya lupa, padahal saya hafal sekali teks pancasila ini.
Tapi saya tidak tau kenapa tiba tiba di pertengahan kalimat saya lupa. Mungkin
saja ini karena saya terlalu grogi makanya saya bisa sampai lupa dengan teks
pancasila ini.
Awalnya
saya malu sekali dengan kawan kawan di kelas, tapi setelah saya pikir ngapain
harus malu. Kerena memang sebenarnya saya hafal dengan teks ini, tapi saya aja
grogi makanya saya sampai lupa, iya walaupun kawan kawan menganggap saya tidak
hafal sih, tapi iya sudahlah tidak apa apa lupain aja semuanya, karena ini akan
menjadi sebuah pelajaran besar buat saya biar lebih semangat lagi dan lebih
tenang ketika berada di depan kawan kawan. Pembacaan tek pancasilapun terus di
lanjutkan. Sekarang sampai ke bagian kawan kawan saya yang masih belum maju,
Sutan, iya namanya Sutan, saya pikir Sutan akan membacakannya dengan lancar,
tapi pada kenyatannya sama aja dengan saya. Selanjutnya sampailah ke bagian
Toni, saya pikir Toni akan membacakan teks ini akan lancar, tapi sama aja
seperti saya dan Sutan alias tidak bisa.
Tapi
saya yakin sekali dengan kawan kawan di kelas, mereka pasti sudah hafal semua,
tapi mungkin aja ketika mereka sudah ada di panggung mereka lemah semangat,
sehingga mereka semua grogi ketika berada di depan semua orang, iya akibatnya
mereka sampai sampai lupa dengan teks pancasila yang seharusnya sudah ada di
luar kepala. Intinya dengan sumua yang sudah terjadi pada hari ini saya pasti
jadikan pelajaran besar untuk saya pribadi, supaya saya lebih percaya diri
ketika ada di depan semua orang.
Rabu,
10 November 2014
Pergi ke Sungai Ambawang
Pada
pukul 05:00 sore saya selesai kuliah, karena setiap hari Rabu jadwal kuliah
saya memang padat sekali. Gimana tidak padat coba, hari ini ada empat mata
kuliah yaitu mulai dari jam 09:25 sampai jam 05:00, hampir satu hari full saya
kuliah. Tapi saya tetap semangat walaupun kuliah satu hari full, karena kalau
dalam satu hari mata kuliah penuh maka dalam satu minggu pun jadwal mata kuliah
akan semakin sedikit. Selesai kuliah saya langsung pulang, tapi tidak langsung
pulang ke rumah karena masih ada urusan sedikit yaitu saya harus pergi ke
Sungai Ambawang untuk mengantarkan pelengkapan perlengkapan kawan saya yang ada
di pesantren.
Karena itu saya masih pergi ke toko untuk
membeli perlengkapan, kerena perlengkapan itu sangat di butuhkan oleh kawan
saya. Semuanya sudah siap dan sekarang saatnya langsung berangkat tanpa tidak
ada lagi yang ke tinggalan. Saya mengendarai mutor dengan santai, kerena di
jalan yang sekarang saya lewati sangat rawan sekali, kerena memang jalan ini
sebut saja jalan Trans Kalimantan sudah banyak memakan korban, dan karena itu
saya tidak mau menjadi salah satu korban dari jalan ini.
Perjalanan
ini lumayan sangat jauh, mungkin membutuhkan satu jam setengah atau dua jam
untuk sampai tujuan. Dan juga perjalan untuk sampai yang saya tuju masih
menyebrang sungai pakai mutor kecil dengan biaya 3000-an. Pada jam 06:00 saya
sampai ke penyebrangan dan awanpun waktu itu sudah menutupi matahari sampai
keadaan tampak kelihatan gelap sekali. Dan kebetulan di pangkalan sudah ada 5 kendaraan
yang sudah menunggu untuk menyeberang. Tapi yang saya lihat tidak ada tanda
tanda ada penyeberangan malam ini, karena itu saya langsung bertanya kepada
mereka yang sudah menunggu terlebih dahulu :”Assalamualaikum sudah lama ya
kalian menunggu mutor untuk menyebrangnya?” Dengan suara jelas dan nada nada
kessal mereka langsung menjawab :” waalaikumsalam, iya kita semua sudah lama
menunggu mutor air itu tapi mereka seakan akan tidak memperdulikan kita.
Karena
saya juga ingin cepat cepat sampai, tanpa pikir panjang saya langsung
menghidupkan klakson dan berteriak huuuuuuuuuuyy ada yang kerja tidak malam
ini...? Merekapun langsung menjawabnya dengan suara yang sangat lantang, maaf
bang malam ini kita tidak narik karena jalan sedang di tutup. Dan waktu itu
juga saya langsung mengajak kepada mereka untuk lewat di Tol Gantung aja. Dan
merekapun langsung setuju karena begitupun mereka juga sama seperti saya untuk
sampai ke tujuan. Dan akhirnya kita semua lewat di Tol Gantung barenga bareng,
iya walaupun jalannya rusak dan becek sih. Tapi mau gimana lagi, mau tidak mau
kita harus lewat di Tol Gantung itu karena memang tidak ada jalan lagi yang
bisa sampai ke tujuan kita masing masing. Dan pada akhirnya juga saya bisa
sampai dengan selamat ke pesantren. Alhamdulillahhh.
Kamis,
11 Desember 2014
Kuliah Pulang Awal
Hari
ini saya kuliah pulang awal, kerena hari ini hanya ada dua mata kuliah yaitu
mata kuliah Bahasa Inggris dan mata kuliah Civic Educastion. Awalnya ketika
saya sampai ke kelas saya berfikir Bahasa Inggris tidak akan masuk karena waktu
sudah lewat dari jadwalnya. Tapi kita semua tetap menunggunya karena memang
dosen Bahasa Inggris dari awal masuk terus. Maka dari itu kita semua tetap
menunggunya. Dan pada kahirnya Dosen Bahasa Ingiris pun datang juga, Alhamdulillah....
Pelajaran
berjalan dengan lancar, iya walaupun saya tidak mengerti sama sekali dengan apa
yang di jelaskan oleh Dosen. Tapi saya tetap aja mencoba untuk selalu tenang
dan semangat kerena Dosennya juga baik dan asyik sekali. Setelah mata kuliah
selesai Dosen langsung keluar dan kita masih tetap ada di kelas karena masih
ada mata kuliah lagi yaitu Civic Educastion. Tapi sayang Ibu Dosennya tidak
masuk. tapi kita tetap wajib mengumpulkan tugas yang sudah di berikan pada
minggu kemaren yaitu di suruh untuk mencari solusi supaya negara indonesia ini
bisa labih baik.
Dan
tanpa pikir panjang Lagi saya langsung mengumpulkannya ke Desi,Karena mungkin
Ibu Dosen yang nyuruh untuk di kumpulkannya ke Desi. Setelah tugas saya di
kumpulkan saya langsung pulang ke rumah yaitu pada pukul 09:03 dan pada pukul
09:10 saya sampai ke rumah. Tapi saya sedikit sedih karena Ibu Dosen tidak
masuk, dan akibatnya KHK saya dan kawan kawan tidak ada tanda tangan pada hari
ini. Tapi di samping itu saya senang juga karena tugas saya hari ini sudah di
kumpulkan dan hari ini juga saya pulang awal. jadi saya pikir lebih ada banyak
waktu dong santai santai di rumah.
Sekarang
saya sudah sampai di rumah, tapi saya bingung mau ngapain.Akhirnya saya
menghidupkan Televisi dan langsung memutar filem Laraschandrawati di TRAN7.
Karena kebetukan juga saya suka sekali dengan filem inI. Selain Penainnya orang
India yang ganteng ganteng dan juga cantik cantik tapi juga ceritanya seru
sekali. Samapai sekarang saya masih penasaran dengan filem ini, makanya kalau
saya ada waktu kosong saya usahakan untuk menontonnya sampai tamat. Insyallah.
Jumat,
12 Desember 2014
Pelatihan Radio
Sudah
beberapa Minggu belakangan ini setiap hari jumat pasti ada hujan, dan yang
lebih eronisnya lagi hujan yang turun ini pasti ketika saya sedang shalat jumat
dan setiap saya mau berangkat kuliah, mungkin sudah ada 6 Minggu berturut
turut. Saya pikir pada hari ini tidak
ada hujan lagi karena yang saya lihat cuaca sangat cerah sekali, tapi saya
salah karena hari ini tetap ada hujan. Iya walaupun tidak sekuat dengan hari
hari jumat sebelumnya sih. Tapi yang pasti setiap hari jumat tetap ada hujan
walaupun cuman gerimis. Saya tidak tahu kenapa dengan hari ini, tapi iya
sudahlah tidak usah terlalu di fikirkan, mungkin dengan semua ini pasti ada
hikmahnya.
Pada
pukul 12:55 WIB saya berangkat kuliah kerena hujanpun sudah pada berhenti.
Setelah sampai ke kampus saya langsung ke Rektor lantai tiga, untuk mengambil
absen dan memimjam Imfokus, dan kemudian saya langsung ke kelas. Setelah sampai
ke kelas ternyata kawan kawan cuman sedikit, mungkin cuman ada tiga orang gitu lah. Tanpa pikir panjang lagi saya
langsung menilfon Sutiha untuk menanyakan keberadaan kawan kawan. Ternyata
kawan kawan sudah ada di ruangan Radio Prokom semua karena ada pelatihan Radio
katanya. Dan tanpa pikir panjang lagi saya langsung pergi ke ruangaan Radio
Prokom.
Pelatihan
sudah di mulai, dan yang memberi materi adalah Asep. Awalnya saya bingung juga,
kerena kawan kawan sedang menulis sumua, dan hasil dari tulisan itu nantinya
akan di kumpulkan ke depan katanya. Karena saya penasaran, saya langsung
bertanya kepada Hilwani :”Hil disuruh nulis apa?” tanya saya. “Disuruh nulis
nama dan tempat tanggal lahir kamu, “jawab Hilwani. Kerena itu saya langsung menulis
biodata saya, tapi baru aja saya masih nulis sedikit Asep sudah menyuruh untuk mengumpulkannya ke depan, Iya saya
kumpulkan aja walaupun sedikit.
Setelah
di kumpulkannya semua kemudian Asep menyuruh kepada kawan kawan untuk
membacanya di depan dari hasil yang sudah kita tulis, dengan cara membaca
seperti di Radio ataupun di televisi. Pembacaan di depan sudah berjalan, dan
semuanya saya rasa sudah lumayan bagus, iya walaupun ada juga yang kurang
bagus, salah satunya adalah saya sendiri yang termasuk tidak bagus. Tapi saya
yakin, suatu hari nanti kalau memang saya betul betul mau untuk menjadi penyiar
yang baik, Insyallah saya juga bisa baik di televisi ataupun di radio.
Dan
menurut saya mungkin juga menurut kawan kawan, ada juga yang paling bagus sebut
saja Firdina. Iya namanya Firdina, menurut saya pribadi dia sangat bakat sekali
untuk manjadi penyiar radio atapun televisi yang baik. Selain dia cerdas,
intonasinya bagus, sikap ke percayannya kuat, dia juga mempunyai suara yang
sangat nyaring, jelas, halus dan juga pastinya enak sekali untuk di dengar oleh
siapapun yang mendengarnya. Saya salut sekali dengan dia dan saya sangat bangga
mempunyai teman seperti dia, apalagi dia juga termasuk teman satu kelas dengan
saya. Subhanallah, sukses ya Firdina dan juag pastinya untuk kita semua. Amiiin
Sabtu,
13 Desember 2014
Makan Sambil Nonton TV
Hari
yang membingungkan, saya bener bener tidak tahu apa yang harus saya kerjakan
pada hari ini, kerena tidak ada kegiatan sama sekali dari jam 06:00 WIB sampai
jam 18:00 WIB. Mata kuliah tidak ada, tugas kuliah sudah selesai semua,
akhirnya saya cuci mutor mungkin ada setengah jam lamanya. Setelah selesai saya
langsung mandi karena badan sudah kelihatan kotor and kepala saya pun sudah
mulai pusing. Dan setelah selesai mandi kemudian saya ke dapur melihat menu
makanan yang ada. Ternyata setelah saya lihat nasinya banyak sekali, sepertinya
orang orang di rumah masih belum ada yang pada makan. Tapi sayang walaupun
nasinya banyak, malah ikannya tidak ada sedikitpun sama sekali.
Perut
sudah kosong bahkan sudah mulai bunyi karena tidak ada isi makanan sama sekali.
Kerena itu saya langsung buka kulkas untuk melihat ikan, karena biasanya ikan
memang di simpannya di kulkas dengan ibu dan kakak saya, dan kenyataan ikannya
masih belum pada di masak. tanpa pikir panjang lagi langsung saya masak aja
dengan cara saya sendiri. Awalnya saya bingung juga, ini ikan mau di masak
model gimana?. Akhirnya saya bersihkan dulu ikannya, kemudian langsung saya
goreng tanpa memakai garam dan juga ajinomoto, dan saya segaja ikan yang saya
masak tidak terlalu garing kerena kebetulan saya tidak suka yang terlalu garing
kalau ikan basah.
Semuanya
sudah siap nasi sudah ada, ikan sudah masak, air minum juga sudah ada, akhirnya
saya langsung angkat semuanya makanan ke depan televisi, kerena saya paling
suka sekali makan sambil nonton televisi. Tapi ketika saya mau makan bahkan
hampir sudah mau masuk ke dalam mulut saya, perasaan ada yang kurang nih, apa
ya?. Ternyata setelah saya pikir memang ada yang kurang yaitu tidak ada cabai,
akhirnya tanpa pikir panjang saya langsung mengambil cobok, cekkocek, garam,
micin dan juga jeruk, kerena semuanya sudah siap, saya langsung makan dengan
santai sambil nonton TV.
Saya
makan sudah banyak bahkan hampir menghabiskan setengah piring, tapi semua acara
di TV tidak ada yang bagus, sehingga makanpun tidak terlalu enak. Akhirnya saya
ke kamar mengambil kaset yang di dalamnya berisi filem ONG BAK, kemudian saya
masukan ke dalam CD. Filem sudah di mulai dan saya pun kembali makan. Anehnya
samuanya jadi berubah, padahal ikan yang saya masak tidak memakai garam dan
micin, tapi rasanya enak sekali gitu lho. Iya saya tidak tahu juga sih
sebenarnya, mungkin saya terlalu lapar kali ya, soalnya terahir saya makan
cuman kemaren dan setelah itu sampai sekarang saya masih belum pada makan.
Makanya ini makanan walaupun tidak sempurna sangat terasa enak sekali buat saya
saking laparnya.
Minggu,
14 Desember 2014
Membantu Ibu di Dapur Buat Bubur
Hari
ini saya ngantuk sekali, kerena tadi malam saya jalan keluar dengan teman
teman. Saya berkumpul di KF Alsya yaitu di Tanjung Raya 2 dengan tema teman
dari pukul 20:00 WIB sampai pukul 22:30 WIB. Setelah itu kita masih sempat
berkumpul lagi di siantan, yaitu rumahnya salah satu di antara kita sebut saja
namanya Dani. Malam ini kita berkumpul habis habisan di rumahnya Dani, kerena
kebetulan di rumahnya Dani malam ini tidak ada orang tuanya dan tetangganya pun
agak sedikit jauh. Jadi kita lebih enak untuk berkumpul ataupun ada yang mau
ribut. Pukul 02:30 WIB kita semuanya balik ke rumah masing masing, begitu juga
saya harus balik ke rumah. Setelah saya sampai ke rumah, saya langsung tidur
kerena mata sudah tidak bisa di tahan lagi dan akhirnya saya tidur juga.
Jam
05:00 WIB saya di bangunin dengan ibu saya untuk shalat shubuh, rasanya beret
sekali untuk bangun, tapi tetap saya paksa supaya bisa shalat. Setelah selesai
shalat, saya tidur lagi karena mata saya sudah tidak mampu. Jam 09:00 WIB saya
terbangun, gara gara keponakan ribut terus di dapur. Karena saya penasaran saya
langsung ke dapur, ternyata setelah ke dapur keponakan saya yang paling kecil
mau membantu buat putri mandi untuk bubur, kerena kebetulan di rumah saya
sekarang lagi buat bubur mirah putih, biasa tradisi orang madura setiap bulan shafar
pasti buat bubur mirah putih semua.
Tanpa
pikir panjang saya langsung mandi karena saya ingin membantu ibu dan kakak saya
yang sedang membuat bubur, setelah selasai mandi saya lngasung ke dapur dan
langsung saya tanyakan ke ibu saya :”Ibu, saya ingin membantu ibu buat bubur
sepertinya seru sekali, jadi apa yang harus saya kerjakan?”. Bantu kakak kamu
aja buat putri mandi aja biar cepat selesai :” Jawab ibu. Ketika itu saya
langsung mengambil tepung dan plastik untuk membuat putri mandi itu. Rasanya seru
sekali, karena saya rasa ada yang kurang, makanya saya langsung mengambil HP
sambil memutar musik nyaring nyaring,
yang pastinya yang saya putar Band Noah dong soalnya saya ngefans sekali dengan
band Noah. Setelah selasai buat puat putri mandi saya langsung memotong motong
gula merah untuk di campur dengan santan yang sedang di masak dan putri mandi
yang sudah di siapkan.
Semuanya
berjalan dengan lancar, sekarang kita tinggal menunggu masaknya aja. Saya sudah
tidak sabar untuk memakannya, karena sudah lama sekali tidak mamakan bubur ini,
apalagi Ibu saya yang masak. Dan akhirnya yang di tunggu tunggu selesai juga
dan sepertinya sangat enak sekali rasanya, baunya aja enak sekali apalagi
rasanya. Karena saya sudah tidak sabar, saya langsung mengambil piring kecil
dan menyalinnya dengan satu sendok nasi, kemudian saya bawak ke depan kipas
angin kerena harus saya hangatkan dulu, biar lebih enak makannya. Dan memang
sangat terbukti sekali, kalau masakan ibu saya sangat enak sekali dan
sepertinya tidak ada yang bisa menandinginya.
Senin,
15 Desember 2014
Menjemput
Nenek ke Pasar
Hari
ini saya seneng sekali kerena nenek saya sebentar lagi udah ada di rumah. tadi
pagi sebelum berangkat kerja ibu saya sangat memesan kepada saya untuk
menjemput nenek ke kapuas indah. Sekarang masih jam 09:00, karena itu saya
masih nonton TV di TRAN7 filem laraswatichandra. Filem ini seru sekalin, selain
pemerannya yang ganteng dan cantik tapi alur ceritanya yang selalu membuat saya
semakin penasaran, sehingga saya selalu ingin untuk tidak pernah mau
ketinggalan.
Setelah
filem ini sudah selesai, saya langsung siap siap dengan menghidupkan mesin
mutor supaya lebih panas dan juga mandi kerena badan saya sangat lemas sekali.
Setelah selasai mandi saya masih makan karena perut sudah mulai kosong.
kemudian saya langsung berangkat ke kapuas indah kerena jam sudah menunjukan
pukul 10:40. Saya mengendarai mutor dengan santai, kerena saya takut akan
terjadi hal hal yang tidak saya inginkan, dan alhamdulillah saya sampai juga ke
kapuas indah. Saya masih menunggu nenek di pangkalan, kerena mutor airnya masih
belum datang. Dan tidak lama kemudian akhirnya mutor airnya datang juga.
Setelah
mutor airnya merapat ke pangkalan, saya langsung mendekatinya karena saya harus
menonton nenek saya untuk naik ke pangkalan, dan ini memang sudah niat saya
sebelum berangkat dari rumah. dan tanpa banyak bertanya kepada nenek, saya
langsung mengajak nenek untuk naik ke motor saya kerena keadaan sangat panas
sekali. Di perjalanan dari kapuas indah menuju jembatan kapuas satu sangat
macet sekali, dan saya tidak bisa untuk membawa motor dengan cepat cepat
walaupun sangat panas, kerena menginga saya membawa nenek. Lagian saya tidak
mau membuat nenek takut apalagi keadaan jalan sangat penuh sekali dengan
kendaraan roda dua dan roda empat.
Awalnya
saya sangat heran dengan kemacetan ini, kerena tidak biasanya siang siang
seperti ini ada macet yang sangat parah. Setelah sampai ke depan Ramayana tidak
ada tanda tanda yang mengakibatkan kemacetan, dan saya semakin bingung dan
penasaran dengan semua ini, Karena itu saya menambah kecepatan motor. Dan
setelah saya hampir sampai ke lampu mirah, ternyata mobil dan truk banyak sekali, dan yang saya lihat
di depan ada empat truk yang sangat besar. Saya tidak tahu persis sih sebenarnya
tentang kemacetan ini, tapi mungkin kemacetan ini bisa terjadi di kerenakan
terlalu banyaknya kendaraan roda empat di jalan tanjung raya ini. Tapi walaupun
ada kemacatan, akhirnya saya sampai juga ke rumah dengan selamat.
Alhamdulilllah