Senin, 14 Desember 2015

Cerita Harian



Selasa, 09 Desember 2014
Memalukan Tapi Penuh dengan Arti
Mata kuliah hari ini seru sekali yaitu mata kuliah Pancasila. Apalagi dosen yang baru ini sangat menguasai dengan materinya, bagi saya dosen ini sangat cocok dengan mata kuliahnya. Ketika mata kuliah sedang berlangsung, waktu ini juga dosen memanggil dengan cara mengacak nama nama mahasiswa untuk maju kedepan supaya untuk membacakan teks pancasila. Yang dapat bagian pertama yaitu Herfiani, dia membacakan teks dengan sangat lancar.

Setelah dia selesai membacakannya saya mencoba untuk santai, karena saya berfikir kalau misalnya setelah ini adalah saya yang maju untuk membacakan teks ke depan, dengan perasaan santai saya akan tetap maju kedepan untuk membacakannya. Dan kebetulan, bagian yang kedua ini jatuh ke saya, sumpah saya kaget sekali, tapi saya langsung maju ke depan dan membacanya. Dan ketika saya membakannya malah di pertengahan teks saya lupa, padahal saya hafal sekali teks pancasila ini. Tapi saya tidak tau kenapa tiba tiba di pertengahan kalimat saya lupa. Mungkin saja ini karena saya terlalu grogi makanya saya bisa sampai lupa dengan teks pancasila ini.
Awalnya saya malu sekali dengan kawan kawan di kelas, tapi setelah saya pikir ngapain harus malu. Kerena memang sebenarnya saya hafal dengan teks ini, tapi saya aja grogi makanya saya sampai lupa, iya walaupun kawan kawan menganggap saya tidak hafal sih, tapi iya sudahlah tidak apa apa lupain aja semuanya, karena ini akan menjadi sebuah pelajaran besar buat saya biar lebih semangat lagi dan lebih tenang ketika berada di depan kawan kawan. Pembacaan tek pancasilapun terus di lanjutkan. Sekarang sampai ke bagian kawan kawan saya yang masih belum maju, Sutan, iya namanya Sutan, saya pikir Sutan akan membacakannya dengan lancar, tapi pada kenyatannya sama aja dengan saya. Selanjutnya sampailah ke bagian Toni, saya pikir Toni akan membacakan teks ini akan lancar, tapi sama aja seperti saya dan Sutan alias tidak bisa.
Tapi saya yakin sekali dengan kawan kawan di kelas, mereka pasti sudah hafal semua, tapi mungkin aja ketika mereka sudah ada di panggung mereka lemah semangat, sehingga mereka semua grogi ketika berada di depan semua orang, iya akibatnya mereka sampai sampai lupa dengan teks pancasila yang seharusnya sudah ada di luar kepala. Intinya dengan sumua yang sudah terjadi pada hari ini saya pasti jadikan pelajaran besar untuk saya pribadi, supaya saya lebih percaya diri ketika ada di depan semua orang.
Rabu, 10 November 2014
Pergi ke Sungai Ambawang
Pada pukul 05:00 sore saya selesai kuliah, karena setiap hari Rabu jadwal kuliah saya memang padat sekali. Gimana tidak padat coba, hari ini ada empat mata kuliah yaitu mulai dari jam 09:25 sampai jam 05:00, hampir satu hari full saya kuliah. Tapi saya tetap semangat walaupun kuliah satu hari full, karena kalau dalam satu hari mata kuliah penuh maka dalam satu minggu pun jadwal mata kuliah akan semakin sedikit. Selesai kuliah saya langsung pulang, tapi tidak langsung pulang ke rumah karena masih ada urusan sedikit yaitu saya harus pergi ke Sungai Ambawang untuk mengantarkan pelengkapan perlengkapan kawan saya yang ada di pesantren.
 Karena itu saya masih pergi ke toko untuk membeli perlengkapan, kerena perlengkapan itu sangat di butuhkan oleh kawan saya. Semuanya sudah siap dan sekarang saatnya langsung berangkat tanpa tidak ada lagi yang ke tinggalan. Saya mengendarai mutor dengan santai, kerena di jalan yang sekarang saya lewati sangat rawan sekali, kerena memang jalan ini sebut saja jalan Trans Kalimantan sudah banyak memakan korban, dan karena itu saya tidak mau menjadi salah satu korban dari jalan ini.
Perjalanan ini lumayan sangat jauh, mungkin membutuhkan satu jam setengah atau dua jam untuk sampai tujuan. Dan juga perjalan untuk sampai yang saya tuju masih menyebrang sungai pakai mutor kecil dengan biaya 3000-an. Pada jam 06:00 saya sampai ke penyebrangan dan awanpun waktu itu sudah menutupi matahari sampai keadaan tampak kelihatan gelap sekali. Dan kebetulan di pangkalan sudah ada 5 kendaraan yang sudah menunggu untuk menyeberang. Tapi yang saya lihat tidak ada tanda tanda ada penyeberangan malam ini, karena itu saya langsung bertanya kepada mereka yang sudah menunggu terlebih dahulu :”Assalamualaikum sudah lama ya kalian menunggu mutor untuk menyebrangnya?” Dengan suara jelas dan nada nada kessal mereka langsung menjawab :” waalaikumsalam, iya kita semua sudah lama menunggu mutor air itu tapi mereka seakan akan tidak memperdulikan kita.
Karena saya juga ingin cepat cepat sampai, tanpa pikir panjang saya langsung menghidupkan klakson dan berteriak huuuuuuuuuuyy ada yang kerja tidak malam ini...? Merekapun langsung menjawabnya dengan suara yang sangat lantang, maaf bang malam ini kita tidak narik karena jalan sedang di tutup. Dan waktu itu juga saya langsung mengajak kepada mereka untuk lewat di Tol Gantung aja. Dan merekapun langsung setuju karena begitupun mereka juga sama seperti saya untuk sampai ke tujuan. Dan akhirnya kita semua lewat di Tol Gantung barenga bareng, iya walaupun jalannya rusak dan becek sih. Tapi mau gimana lagi, mau tidak mau kita harus lewat di Tol Gantung itu karena memang tidak ada jalan lagi yang bisa sampai ke tujuan kita masing masing. Dan pada akhirnya juga saya bisa sampai dengan selamat ke pesantren. Alhamdulillahhh.

Kamis, 11 Desember 2014
Kuliah Pulang Awal
Hari ini saya kuliah pulang awal, kerena hari ini hanya ada dua mata kuliah yaitu mata kuliah Bahasa Inggris dan mata kuliah Civic Educastion. Awalnya ketika saya sampai ke kelas saya berfikir Bahasa Inggris tidak akan masuk karena waktu sudah lewat dari jadwalnya. Tapi kita semua tetap menunggunya karena memang dosen Bahasa Inggris dari awal masuk terus. Maka dari itu kita semua tetap menunggunya. Dan pada kahirnya Dosen Bahasa Ingiris pun datang juga, Alhamdulillah....
Pelajaran berjalan dengan lancar, iya walaupun saya tidak mengerti sama sekali dengan apa yang di jelaskan oleh Dosen. Tapi saya tetap aja mencoba untuk selalu tenang dan semangat kerena Dosennya juga baik dan asyik sekali. Setelah mata kuliah selesai Dosen langsung keluar dan kita masih tetap ada di kelas karena masih ada mata kuliah lagi yaitu Civic Educastion. Tapi sayang Ibu Dosennya tidak masuk. tapi kita tetap wajib mengumpulkan tugas yang sudah di berikan pada minggu kemaren yaitu di suruh untuk mencari solusi supaya negara indonesia ini bisa labih baik.
Dan tanpa pikir panjang Lagi saya langsung mengumpulkannya ke Desi,Karena mungkin Ibu Dosen yang nyuruh untuk di kumpulkannya ke Desi. Setelah tugas saya di kumpulkan saya langsung pulang ke rumah yaitu pada pukul 09:03 dan pada pukul 09:10 saya sampai ke rumah. Tapi saya sedikit sedih karena Ibu Dosen tidak masuk, dan akibatnya KHK saya dan kawan kawan tidak ada tanda tangan pada hari ini. Tapi di samping itu saya senang juga karena tugas saya hari ini sudah di kumpulkan dan hari ini juga saya pulang awal. jadi saya pikir lebih ada banyak waktu dong santai santai di rumah.
Sekarang saya sudah sampai di rumah, tapi saya bingung mau ngapain.Akhirnya saya menghidupkan Televisi dan langsung memutar filem Laraschandrawati di TRAN7. Karena kebetukan juga saya suka sekali dengan filem inI. Selain Penainnya orang India yang ganteng ganteng dan juga cantik cantik tapi juga ceritanya seru sekali. Samapai sekarang saya masih penasaran dengan filem ini, makanya kalau saya ada waktu kosong saya usahakan untuk menontonnya sampai tamat. Insyallah.


Jumat, 12 Desember 2014
Pelatihan Radio
Sudah beberapa Minggu belakangan ini setiap hari jumat pasti ada hujan, dan yang lebih eronisnya lagi hujan yang turun ini pasti ketika saya sedang shalat jumat dan setiap saya mau berangkat kuliah, mungkin sudah ada 6 Minggu berturut turut.  Saya pikir pada hari ini tidak ada hujan lagi karena yang saya lihat cuaca sangat cerah sekali, tapi saya salah karena hari ini tetap ada hujan. Iya walaupun tidak sekuat dengan hari hari jumat sebelumnya sih. Tapi yang pasti setiap hari jumat tetap ada hujan walaupun cuman gerimis. Saya tidak tahu kenapa dengan hari ini, tapi iya sudahlah tidak usah terlalu di fikirkan, mungkin dengan semua ini pasti ada hikmahnya.
Pada pukul 12:55 WIB saya berangkat kuliah kerena hujanpun sudah pada berhenti. Setelah sampai ke kampus saya langsung ke Rektor lantai tiga, untuk mengambil absen dan memimjam Imfokus, dan kemudian saya langsung ke kelas. Setelah sampai ke kelas ternyata kawan kawan cuman sedikit, mungkin cuman ada tiga orang  gitu lah. Tanpa pikir panjang lagi saya langsung menilfon Sutiha untuk menanyakan keberadaan kawan kawan. Ternyata kawan kawan sudah ada di ruangan Radio Prokom semua karena ada pelatihan Radio katanya. Dan tanpa pikir panjang lagi saya langsung pergi ke ruangaan Radio Prokom.
Pelatihan sudah di mulai, dan yang memberi materi adalah Asep. Awalnya saya bingung juga, kerena kawan kawan sedang menulis sumua, dan hasil dari tulisan itu nantinya akan di kumpulkan ke depan katanya. Karena saya penasaran, saya langsung bertanya kepada Hilwani :”Hil disuruh nulis apa?” tanya saya. “Disuruh nulis nama dan tempat tanggal lahir kamu, “jawab Hilwani. Kerena itu saya langsung menulis biodata saya, tapi baru aja saya masih nulis sedikit Asep sudah menyuruh  untuk mengumpulkannya ke depan, Iya saya kumpulkan aja walaupun sedikit.
Setelah di kumpulkannya semua kemudian Asep menyuruh kepada kawan kawan untuk membacanya di depan dari hasil yang sudah kita tulis, dengan cara membaca seperti di Radio ataupun di televisi. Pembacaan di depan sudah berjalan, dan semuanya saya rasa sudah lumayan bagus, iya walaupun ada juga yang kurang bagus, salah satunya adalah saya sendiri yang termasuk tidak bagus. Tapi saya yakin, suatu hari nanti kalau memang saya betul betul mau untuk menjadi penyiar yang baik, Insyallah saya juga bisa baik di televisi ataupun di radio.
Dan menurut saya mungkin juga menurut kawan kawan, ada juga yang paling bagus sebut saja Firdina. Iya namanya Firdina, menurut saya pribadi dia sangat bakat sekali untuk manjadi penyiar radio atapun televisi yang baik. Selain dia cerdas, intonasinya bagus, sikap ke percayannya kuat, dia juga mempunyai suara yang sangat nyaring, jelas, halus dan juga pastinya enak sekali untuk di dengar oleh siapapun yang mendengarnya. Saya salut sekali dengan dia dan saya sangat bangga mempunyai teman seperti dia, apalagi dia juga termasuk teman satu kelas dengan saya. Subhanallah, sukses ya Firdina dan juag pastinya untuk kita semua. Amiiin

Sabtu, 13 Desember 2014
Makan Sambil Nonton TV
Hari yang membingungkan, saya bener bener tidak tahu apa yang harus saya kerjakan pada hari ini, kerena tidak ada kegiatan sama sekali dari jam 06:00 WIB sampai jam 18:00 WIB. Mata kuliah tidak ada, tugas kuliah sudah selesai semua, akhirnya saya cuci mutor mungkin ada setengah jam lamanya. Setelah selesai saya langsung mandi karena badan sudah kelihatan kotor and kepala saya pun sudah mulai pusing. Dan setelah selesai mandi kemudian saya ke dapur melihat menu makanan yang ada. Ternyata setelah saya lihat nasinya banyak sekali, sepertinya orang orang di rumah masih belum ada yang pada makan. Tapi sayang walaupun nasinya banyak, malah ikannya tidak ada sedikitpun sama sekali.
Perut sudah kosong bahkan sudah mulai bunyi karena tidak ada isi makanan sama sekali. Kerena itu saya langsung buka kulkas untuk melihat ikan, karena biasanya ikan memang di simpannya di kulkas dengan ibu dan kakak saya, dan kenyataan ikannya masih belum pada di masak. tanpa pikir panjang lagi langsung saya masak aja dengan cara saya sendiri. Awalnya saya bingung juga, ini ikan mau di masak model gimana?. Akhirnya saya bersihkan dulu ikannya, kemudian langsung saya goreng tanpa memakai garam dan juga ajinomoto, dan saya segaja ikan yang saya masak tidak terlalu garing kerena kebetulan saya tidak suka yang terlalu garing kalau ikan basah.
Semuanya sudah siap nasi sudah ada, ikan sudah masak, air minum juga sudah ada, akhirnya saya langsung angkat semuanya makanan ke depan televisi, kerena saya paling suka sekali makan sambil nonton televisi. Tapi ketika saya mau makan bahkan hampir sudah mau masuk ke dalam mulut saya, perasaan ada yang kurang nih, apa ya?. Ternyata setelah saya pikir memang ada yang kurang yaitu tidak ada cabai, akhirnya tanpa pikir panjang saya langsung mengambil cobok, cekkocek, garam, micin dan juga jeruk, kerena semuanya sudah siap, saya langsung makan dengan santai sambil nonton TV.
Saya makan sudah banyak bahkan hampir menghabiskan setengah piring, tapi semua acara di TV tidak ada yang bagus, sehingga makanpun tidak terlalu enak. Akhirnya saya ke kamar mengambil kaset yang di dalamnya berisi filem ONG BAK, kemudian saya masukan ke dalam CD. Filem sudah di mulai dan saya pun kembali makan. Anehnya samuanya jadi berubah, padahal ikan yang saya masak tidak memakai garam dan micin, tapi rasanya enak sekali gitu lho. Iya saya tidak tahu juga sih sebenarnya, mungkin saya terlalu lapar kali ya, soalnya terahir saya makan cuman kemaren dan setelah itu sampai sekarang saya masih belum pada makan. Makanya ini makanan walaupun tidak sempurna sangat terasa enak sekali buat saya saking laparnya.

Minggu, 14 Desember 2014
Membantu Ibu di Dapur Buat Bubur
Hari ini saya ngantuk sekali, kerena tadi malam saya jalan keluar dengan teman teman. Saya berkumpul di KF Alsya yaitu di Tanjung Raya 2 dengan tema teman dari pukul 20:00 WIB sampai pukul 22:30 WIB. Setelah itu kita masih sempat berkumpul lagi di siantan, yaitu rumahnya salah satu di antara kita sebut saja namanya Dani. Malam ini kita berkumpul habis habisan di rumahnya Dani, kerena kebetulan di rumahnya Dani malam ini tidak ada orang tuanya dan tetangganya pun agak sedikit jauh. Jadi kita lebih enak untuk berkumpul ataupun ada yang mau ribut. Pukul 02:30 WIB kita semuanya balik ke rumah masing masing, begitu juga saya harus balik ke rumah. Setelah saya sampai ke rumah, saya langsung tidur kerena mata sudah tidak bisa di tahan lagi dan akhirnya saya tidur juga.
Jam 05:00 WIB saya di bangunin dengan ibu saya untuk shalat shubuh, rasanya beret sekali untuk bangun, tapi tetap saya paksa supaya bisa shalat. Setelah selesai shalat, saya tidur lagi karena mata saya sudah tidak mampu. Jam 09:00 WIB saya terbangun, gara gara keponakan ribut terus di dapur. Karena saya penasaran saya langsung ke dapur, ternyata setelah ke dapur keponakan saya yang paling kecil mau membantu buat putri mandi untuk bubur, kerena kebetulan di rumah saya sekarang lagi buat bubur mirah putih, biasa tradisi orang madura setiap bulan shafar pasti buat bubur mirah putih semua.
Tanpa pikir panjang saya langsung mandi karena saya ingin membantu ibu dan kakak saya yang sedang membuat bubur, setelah selasai mandi saya lngasung ke dapur dan langsung saya tanyakan ke ibu saya :”Ibu, saya ingin membantu ibu buat bubur sepertinya seru sekali, jadi apa yang harus saya kerjakan?”. Bantu kakak kamu aja buat putri mandi aja biar cepat selesai :” Jawab ibu. Ketika itu saya langsung mengambil tepung dan plastik untuk membuat putri mandi itu. Rasanya seru sekali, karena saya rasa ada yang kurang, makanya saya langsung mengambil HP sambil  memutar musik nyaring nyaring, yang pastinya yang saya putar Band Noah dong soalnya saya ngefans sekali dengan band Noah. Setelah selasai buat puat putri mandi saya langsung memotong motong gula merah untuk di campur dengan santan yang sedang di masak dan putri mandi yang sudah di siapkan.
Semuanya berjalan dengan lancar, sekarang kita tinggal menunggu masaknya aja. Saya sudah tidak sabar untuk memakannya, karena sudah lama sekali tidak mamakan bubur ini, apalagi Ibu saya yang masak. Dan akhirnya yang di tunggu tunggu selesai juga dan sepertinya sangat enak sekali rasanya, baunya aja enak sekali apalagi rasanya. Karena saya sudah tidak sabar, saya langsung mengambil piring kecil dan menyalinnya dengan satu sendok nasi, kemudian saya bawak ke depan kipas angin kerena harus saya hangatkan dulu, biar lebih enak makannya. Dan memang sangat terbukti sekali, kalau masakan ibu saya sangat enak sekali dan sepertinya tidak ada yang bisa menandinginya.



Senin, 15 Desember 2014
Menjemput Nenek ke Pasar
Hari ini saya seneng sekali kerena nenek saya sebentar lagi udah ada di rumah. tadi pagi sebelum berangkat kerja ibu saya sangat memesan kepada saya untuk menjemput nenek ke kapuas indah. Sekarang masih jam 09:00, karena itu saya masih nonton TV di TRAN7 filem laraswatichandra. Filem ini seru sekalin, selain pemerannya yang ganteng dan cantik tapi alur ceritanya yang selalu membuat saya semakin penasaran, sehingga saya selalu ingin untuk tidak pernah mau ketinggalan.
Setelah filem ini sudah selesai, saya langsung siap siap dengan menghidupkan mesin mutor supaya lebih panas dan juga mandi kerena badan saya sangat lemas sekali. Setelah selasai mandi saya masih makan karena perut sudah mulai kosong. kemudian saya langsung berangkat ke kapuas indah kerena jam sudah menunjukan pukul 10:40. Saya mengendarai mutor dengan santai, kerena saya takut akan terjadi hal hal yang tidak saya inginkan, dan alhamdulillah saya sampai juga ke kapuas indah. Saya masih menunggu nenek di pangkalan, kerena mutor airnya masih belum datang. Dan tidak lama kemudian akhirnya mutor airnya datang juga.
Setelah mutor airnya merapat ke pangkalan, saya langsung mendekatinya karena saya harus menonton nenek saya untuk naik ke pangkalan, dan ini memang sudah niat saya sebelum berangkat dari rumah. dan tanpa banyak bertanya kepada nenek, saya langsung mengajak nenek untuk naik ke motor saya kerena keadaan sangat panas sekali. Di perjalanan dari kapuas indah menuju jembatan kapuas satu sangat macet sekali, dan saya tidak bisa untuk membawa motor dengan cepat cepat walaupun sangat panas, kerena menginga saya membawa nenek. Lagian saya tidak mau membuat nenek takut apalagi keadaan jalan sangat penuh sekali dengan kendaraan roda dua dan roda empat.
Awalnya saya sangat heran dengan kemacetan ini, kerena tidak biasanya siang siang seperti ini ada macet yang sangat parah. Setelah sampai ke depan Ramayana tidak ada tanda tanda yang mengakibatkan kemacetan, dan saya semakin bingung dan penasaran dengan semua ini, Karena itu saya menambah kecepatan motor. Dan setelah saya hampir sampai ke lampu mirah, ternyata mobil  dan truk banyak sekali, dan yang saya lihat di depan ada empat truk yang sangat besar. Saya tidak tahu persis sih sebenarnya tentang kemacetan ini, tapi mungkin kemacetan ini bisa terjadi di kerenakan terlalu banyaknya kendaraan roda empat di jalan tanjung raya ini. Tapi walaupun ada kemacatan, akhirnya saya sampai juga ke rumah dengan selamat. Alhamdulilllah



Pengertian all-Fana, al-Baqa dan It-Tihaj



TUGAS KELOMPOK
KOMONIKASI DALAM PROFESI KPI
: Dosen Pengampu
Dr. Evi Hafizah, M.Si
Di Susun:
O
L
E
h
Muhammad Hasan
1143110052
Ahmad Hilwani
1143110005
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PONTIANAK 2014/2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadiran Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga kami menyelesaikan tugas makalah mata kuliah “Akhlak Tasawuf” yang berdudul ”AL-Fana’ AL-Baqa’ dan Ittihat”.
Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang membawa umatnya dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah seperti sekarang ini. Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh kerena itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalh ini. Dan semuga bermanfaat bagi pembaca umumnya dan penyusun pada khususnya. Amin
Pontianak 07-Oktober-2014


Penyusun










DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.............................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................................ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................iii
BAB I : PENDAHULUAN....................................................................................4
A.    Latar Belakang.................................................................................................4
B.     Rumusan Masalah...........................................................................................4
C.     Tujuan Masalah...............................................................................................5
BAB II : PEMBAHASAN.....................................................................................5
A.    Pengertian, Tujuan dan Kedudukan al-fana’ al-baqa dan ittihat.....................6
B.     Tokoh dan Pemikirannya..................................................................................7
C.     Fana’ Baqa’ dan Ittihat dalam Pandangan Al-Qur’an.......................................8
BAB III : PENUTUP............................................................................................9
A.    Kesimpulan.......................................................................................................9
B.     Saran saran.......................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................10









BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Tasawuf merupakan ilmu yang lebih banyak berbicara tentang persoalan persoalan batin dan kondisi kondisi rahani. Banyak para ulama ulama sufidalam mengungkapkan dunia mereka yang lebih mengarah kepada hal hal yang mistis karena kecendrungannya.
Karena itu pesan pesan AL-Qur’an dan hadist oleh mereka tidak di pahami dari sudut makna lahiriyah, tetapi dari sisi tafsir batiniyah dan diungkapkan dalam kata kata kiasan dan pelambang seperti fana’ baqa’ dan ittihat. Sehingga pada gilirannya mengalami benturan pemahaman yang tidak jarang melahirkan cast sosial dan politik dengan kelompok syar’i yang memang lebih banyak menekankan pemahaman dari aspek bentuk makna lahiriyah.
Pada bab ini kita akan mengkaji al-fana’ al-baqa’ dan ittihat dari segi pengertian, tujuan dan kedudukannya. Kemudian akan di lanjutkan dengan tokoh tokoh pemikirannya serta dalam pandangan al-qur’an.
B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian, Tujuan dan Kedudukan al-fana, al-baqa dan ittihat
2.      Tokoh dan Pemikirannya
3.      Pandangan al-qur’an tentang al-fana, al-baqa dan ittihat
C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian, tujuan dan kedudukan al-fana, al-baqa dan ittihat
2.      Untuk mengetahui tokoh dan pemikirannya
3.      Untuk mengetahui pandangan al-qur’an



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian, Tujuan dan Kedudukan AL-Fana, AL-Baqa dan Ittihat
Secara bahasa fana bererti hilang, hancur, lenyapnya wujut sesuatu dan secara umum fana’ berarti terbebas dari hal hal duniawi atau sirnanya manusia dari kehendak allah SWT. menurut kalangan para sufi fana’ adalah hilangnya kesadaran pribadi dengan dirinya sendiri dan hilangnya sifat sifat tercela. Sebagai akibat dari fana adalah baqa’ secara bahasa baqa artinya kekal, abadi yaitu sebaliknya dari fana. Sedangkan menurut para sufi, baqa adalah kekalnya sifat sifat terpuji dan sifat sifat tuhan dalam diri manusia.
Dalam pengalaman para sufi fana slalu diiringi dengan baqa di mana keduanya ini merupakan kembar yang tidak dapat di pisahkan. Dan dalam ilmu tasawuf fana’ dan baqa’ datang beriringan, sebagaimana yang di nyatakan oleh para ahli tasawuf “Apabila tampaknya nur kebaqaan, maka fana’lah yang tiada dan baqa’lah yang kekal”  Dengan demikian, dapatlah dipahami bahwa yang dimaksud dengan fana adalah lenyapnya sifat-sifat basyariah, akhlak yang tercela, kebodohan dan perbuatan maksiat dari diri manusia. Sedangkan baqa adalah kekalnya sifat-sifat ketuhanan, akhlak yang terpuji, ilmu pengetahuan dan kebersihan diri dari dosa dan maksiat. Untuk mencapai baqa ini perlu dilakukan usaha-usaha seperti bertaubat, berzikir, beribadah, dan menghiasi diri dengan akhlak yang terpuji.
Berbicara tentang fana dan baqa ini sangat erat hubungannya dengan ittihad yang mempunyai penyatuan yakni penyatuan batin atau rohaniah dengan Tuhan. Menurut  Harun Nasution, yang dimaksud dengan ittihād ialah satu tingkatan tasawuf di mana seorang sufi telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan,  suatu tingkatan di mana yang mencintai dan yang dicintai telah menjadi satu. Dan menurut ibrahim ittihat ini merupakan sifat yang paling tertinggi yang dapat di capai dalam perjalanan jiwa manusia.  Orang yang telah sampai ketingkat ini, dia dengan Tuhannya telah menjadi satu,terbukalah dinding baginya, dia dapat melihat sesuatu yang tidak pernahdilihat oleh mata, mendengar sesuatu yang tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di hati. Pada saat itu sering keluar ucapan ucapan yang ganjil dan aneh yang disebut tasawuf dengan syatahat. dan ittihat ini bisa tercapai dan bisa di alami oleh manusia kalau mereka sudah melewati fana’ dan baqa’, kerena memang tujuan dari fana’ dan baqa’ sendiri adalah ittihat yaitu penyatuan didi dengan tuhan.
Dan adapun kedudukannya merupakan hal, karena yang demikian  tidak akan terjadi terus menerus dan juga kerena di limpahkan oleh tuhan yang maha esa. Sebagai contoh pengalaman yang pernah di alami oleh Abu Yazid dalam berittihat yaitu, Tuhan berkata : semua mereka kecuali engkau adalah makhluk-Ku. Ataupun berkata: Aku adalah Engkau, Engkau adalah aku dan aku adalah Engkau. Selanjutnya Abu Yazid berkata : "Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku" Secara lahiriyah, ungkapan-ungkapan Abu Yazid di atas itu seakan-akan ia mengaku dirinya Tuhan. Akan tetapi bukan demikian maksudnya.
Di sini Abu Yazid mengucapkan kata “Aku” bukan sebagai gambaran dari diri Abu Yazid sendiri, tetapi sebagai gambaran Tuhan, karena Abu Yazid telah bersatu dengan diri Tuhan. Dengan kata lain Abu Yazid dalam ittihād berbicara dengan nama Tuhan. Atau lebih tepat lagi Tuhan “berbicara” melalui lidah Abu Yazid. Dalam hal ini Abu Yazid menjelaskan : "Sebenarnya Dia berbicara melalui lidahku sedang aku sendiri dalam keadaan fana " Oleh karena itu sebenarnya Abu Yazid tidak mengaku dirinya sebagai Tuhan. Kata-kata serupa di atas bukan diucapkan oleh Abu Yazid sebagai kata-katanya sendiri, tetapi kata-kata itu diucapkan dalam keadaan ittihād.

B.     Tokoh dan Pemikirannya
Tokoh pertama yang mencetuskan dan yang pertama kali mencapai ke tingkat ittihat dangan tuhan adalah Abu Yazid al-Bustami. Yang mempunyai nama lengkap Abu Yazid Thaifur bin Isa bin Surusyan al bustami, ia lahir di daerah Bustam atau yang lebih di kenal Persia pada tahun 874 M. Ajaran Tasawufnya adalah fana’ baqa’ dan ittihat. Menurut Abu Yazid manusia dapat bersatu dengan tuhannya apabila dia mampu meleburkan keberadaannya sebagai suatu pribadi sehingga dia tidak menyadari pribadinya (fana).
Fana’nya seseorang diri sendiri dan mahluk lain akan terjadi ketika hilangnya kesadaran tentang dirinya dan tentang mahluk lain. Jadi yang hilang hanyalah kesadaran dirinya sebagai manusia. Apabila seorang sufi telah berada dalam keadaan fana maka di situ juga akan di iringi dengan baqa’  sehingga mereka akan dapat menyatu dengan tuhannya yang di sebut dengan ittihat, atau di dalam perpaduan itu ia menemukan hakikat hakikat jati dirinya sebagai manusia yang berasal dari tuhannya.
 Paham ini timbul sebagai konsekuensi lanjut dari pendapatnya, bahwa jiwa manusia adalah pancaran dari nur ilahi, dan manusianya itu adalah pancaran dari yang maha esa. Barang siapa yang mampu membebaskan diri dari alam lahiriyah maka ia akan menyatu padu dengan tunggal, yang di lihat dan yang di rasakan hanya satu. Seperti yang pernah di alami oleh Abu Yazid “Suatu hari ada seseorang lewat dirumah Abu yazid dan mengetuk pintunya. Abu Yazid bertanya ” siapa yang engkau cari?” lalu ornag itu menjawab “Abu Yazid.” Lalu Abu Yazid mengatakan: “pergilah”. Dirumah ini tidak ada kecuali Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Tinggi.

C.    Fana, Baqa dan Ittihat dalam Pandangan AL-Qur’an
Fana’ dan baqa’ merupakan jalan untuk menuju atau berjumpa dengan tuhan. Hal ini di ungkapkan dalam salah satu firman allah yang memerintahkan kepada manusia yaitu orang orang yang beriman hususnya sbb:
Artinya: Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepadanya.
Dengan ayat di atas bahwasannya Allah SWT telah memberi petunjuk dan peluang kepada manusia untuk bersatu dengan tuhannya secara rohaniyah dan batiniyah. Yaitu dengan kata lain dengan banyak beramal sholeh, beribadah semata mata karena allah, menghilangkan sifat sifat yang tercela, menghilangkan kesadaran sebagai manusia, meninggalkan dosa dan maksiat dan kemudian menghias diri dengan sifat sifat Allah SWT.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Fana’ adalah hilangnya sifat sifat yang tercela, kebodohan dan perbuatan maksiat dari diri manusia. Sedangkan baqa’ adalah kekalnya sifat sifat ketuhanan akhlak terpuji, ilmu pengetahuan dan kebersihan diri dari tuhan dalam dirinya  sehingga tercapailah penyatuan dengan tuhannya yang di sebut dengan Ittihat.
Tokoh yang pernah sampai kepada Ittihat adalah Abu Yazid dan dalam pandangan al-qur’an tentang fana’ baqa’ dan ittihat adalah Allah telah memberi peluang kepada manusia untuk bersatu dengan tuhannya secara rohaniyah dan batiniyah yaitu dengan menghilangkan semua sifat sifat buruknya.
B.     Saran saran
Dalam makalah ini kami menyadari mungkin banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini, karena itu kami mengharapkan bagi pembaca untuk memberikan masukan masukan agar makalah ini bisa menjadi lebih baik.

















DAFTAR PUSTAKA
Mustafa. Kunci memahami ilmu tasawuf. Surabaya, 1998.
Abudin. Akhlak Tasawuf. Jakarta, 2006.
Abdurrahman. Perkembangan ilmu tasawuf. Jakarta, 2001.